Cara Backup WordPress Step by Step! Panduan Terlengkap untuk Pemula

Postingan ini menjelaskan cara backup wordpress step by step, ditulis dengan penuturan yang newbie friendly.

Saya yakin anda pun punya kekhawatiran yang sama seperti saya. Takut kalau sewaktu-waktu terjadi apa yang tidak diinginkan pada web kita. Web kita bemasalah seperti kena hack, kena suspend penyedia hosting atau salah script menyebabkan web kita tidak bisa dibuka ataupun masalah lainnya. Kalau tidak ada backup nya tamatlah riwayat web kita. Ibarat kita bangun rumah bertahun-tahun lalu hancur begitu saja. Beda halnya jika kita punya backup, kita bisa restore web kita kapan saja jika dibutuhkan.

Saya akan menunjukkan disini langkah demi langkah cara membackup web wordpress kita. Ohya wordpress yang saya maksud disini adalah wordpress self host, yaitu wordpress yang kita install di hosting sendiri.

Ada banyak opsi yang akan saya jelaskan, dari opsi yang manual sampai yang otomatis. Tanpa plugin ataupun yang menggunakan bantuan plugin. Langsung saja kita simak bersama.

Opsi #1 Cara Backup WordPress Manual di cPanel

Pertama yang harus kamu backup adalah file content yang ada didalam folder wp-content. Folder wp-content berisi themes, plugins, dan file-file gambar yang ada dipostingan web kita.

–> #1.1 Backup wp-content Folder

Untuk membackup file content kamu harus Login ke cpanel, lalu masuk ke file manager

cpanel-file-manager-cara-backup-wordpress

lalu masuk ke folder public html

masuk-ke-folder-public-html-cara-backup-wordpress

setelah itu select folder wp-content

masuk-wp-content-cara-backup-wordpress

klik kanan lalu pilih compress

klik-kanan-lalu-pilih-comress-cara-backup-wordpress

pilih zip lalu klik compress file

pilih-zip-lalu-klik-compress-file-cara-backup-wordpress

jika sudah maka akan muncul compression result seperti ini

compression-result-cara-backup-wordpress

klik saja close dan lalu kamu akan melihat ada file bernama wp-content.zip

klik kanan disana dan pilih download

klik-kanan-lalu-download-cara-backup-wordpress

Sampai disini selesailah kita membackup file-file content.

Lalu selanjutnya yang kedua kita harus backup adalah file yang berkaitan dengan konfigurasi web wordpress kita.

–> #1.2 Backup File Konfigurasi

File konfigurasi yang dimaksud adalah file .htaccess dan wp-config.php

Silakan masuk ke file manager di cpanel lagi, lalu download kedua file tersebut

htaccess-dan-wp-config-backup

Jika file .htaccess tidak nampak anda bisa ke settings di file manager lalu ceklis show hidden files dan save seperti gambar dibawah ini

tampilkan-hiden-file-di-cpanel

Jika sudah mari kita lanjut ke langkah berikutnya, yaitu membackup file database.

–> #1.3 Backup Database WordPress

Database ini berisi informasi meliputi: postingan, kategori, tag, user dan lainnya yang ada di web kamu.

Untuk melakukan backup database kamu bisa ikutin langkahnya dibawah ini:

pertama kembali ke dashboard cpanel kamu, lalu cari backup wizard dan klik

backup-wizard-backup-wordpress-cpanel

ada beberapa pilihan kamu bisa pilih dan klik button backup

klik-backup-backup-wordpress-plugin

setelah itu pilih partial backup dan klik tulisan MySQL Databases

klik-mysql-databases-backup-wordpress-cpanel

lalu akan muncul file database web wordpress kamu, klik untuk mendownloadnya

pilih-database-lalu-klik-untuk-download-backup-wordpress-cpanel

setelah didownload, buat folder baru di laptop atau komputer kamu lalu pindahkan folder wp-content, file htaccess & wp-config.php juga file database diatas ke dalam folder tersebut.

file-core-wordpress-yang-sudah-di-backup

Sampai disini kamu sudah berhasil membackup data primer web wordpress anda.

Folder backup diatas ini kamu simpan baik-baik, dan bisa kamu gunakan untuk me-restore web kamu jika sewaktu-waktu mengalami masalah. Seperti kena hack, dapat suspend dari penyedia hosting, pindah hosting, dan lainnya.

Bagaimana cara restorenya nanti akan saya buat di postingan berikutnya. 🙂

Opsi #2 Mudahnya Backup WordPress dengan Bantuan Plugin UpdraftPlus

Opsi yang kedua anda bisa melakukan backup wordpress dengan bantuan plugin. Dan perlu diketahui backup menggunakan plugin membutuhkan resource lebih pada cpu hosting anda, maka pastikan hosting anda kuat untuk melakukannya, anda bisa melakukan proses backup disaat jam-jam sepi visitor agar visitor tidak terganggu dan memory yang dibutuhkan cukup.

Silakan masuk ke dashboard wordpress anda > plugins > add new

cari plugin bernama UpdraftPlus WordPress Backup Plugin

upldraftplus-plugin

Install dan aktifkan.

–> #2.1 Backup ke Local Storage

Selanjutnya jika kamu mau backup ke lokal storage, masuk ke settingan plugin tersebut Settings > UpdraftPlus Backup

Pada tampilan dashboard pluginnya akan muncul 3 tombol: Backup Now, Restore dan Clone/Migrate

pilih backup now untuk memulai

backup-now-updraft-plus

Pilih file yang ingin di backup lalu klik backup now

pilih-file-yang-ingin-di-backup-lalu-klik-backup-now-min

Selanjutnya plugin akan melakukan proses backup yang memakan waktu beberapa menit, tunggu saja jangan di close tabnya.

Jika sudah selesai, ke tab Existing Backups dan inilah hasil backupnya yang bisa kamu klik untuk mendownloadnya.

hasil-backup-updraftplus

–> #2.2 backup wordpress ke remote storage (dropbox)

Dengan plugin ini juga memungkinkan kita untuk melakukan backup wordpress ke remote storage seperti dropbox, google drive dan remote storage lainnya. Disini saya akan mencontohkan dengan dropbox.

Masuk ke dashboard plugin > settings

pilih-manual-atau-otomatis-updraft-backup

Pilih jenis schedulenya, anda bisa men-settingnya otomatis juga. Lalu klik dropbox dan save.

Setelah itu akan muncul notifikasi “Follow this link to authorize access..” klik tulisan itu makan selanjutnya lakukan proses otorisasi

follow-this-link-untuk-proses-otorisasi-dropbox

maka akan diarahkan ke halaman otorisasi dropbox. Klik bolehkan atau allow jika dropboxnya berbahasa inggris.

klik-bolehkan-proses-otorisasi-dropbox

Klik complete setup.

complete-setup

Sampai disini kita berhasil menautkan plugin updraftplus ke dropbox.

Bisa kita coba dan pastikan tulisan “sent this backup to remote storage” terceklis saat melakukan backup.

send-this-backup-to-remote-storage-dropbox

Jika proses backup selesai cek akun dropbox kita maka akan ada file backup yang sudah terupload otomatis disana.

hasil-backup-di-dropbox

Sampai disini anda sudah berhasil melakukan backup wordpress dengan menggunakan bantuan plugin dan menguploadnya otomatis ke akun dropbox. Anda juga bisa menggunakan plugin lain selain updraftplus seperti: BackupWP, BackupGuard dan plugin backup lainnya. Kurang lebih sama cara penggunaannya.

Opsi #3 Backup WordPress ke VPS Khusus Backup

Opsi berikutnya ini saya sarankan untuk pemilik web wordress yang mempunyai banyak data diwebnya, postingan sudah ribuan bahkan ratusan ribu. Ada baiknya menyewa VPS dengan 128MB RAM saja sudah cukup untuk kita gunakan sebagai mesin backup (biaya VPS $15 pertahun). Tutorial opsi ini termasuk untuk kelas advance, mungkin akan saya pisahkan dipostingan berikutnya. Akan saya link kan disini jika sudah saya post.

Baik itu saja, semoga bermanfaat! Selamat mencoba… 🙂

18 thoughts on “Cara Backup WordPress Step by Step! Panduan Terlengkap untuk Pemula

    • kurang lebih sama, kalau pakai cara menggunakan plugin “updraftplus” yg dibackup ke dropbox itu folder uploads, plugins, themes dan database

  1. Halo mas, tutorialnya membantu sekali, saya memakai cara yang pertama. sekarang pertanyaan saya yaitu, bagaimana cara merestorenya ? saya mencari postingan mas di website ini tidak menemukan dengan kata kunci “restore wordpress”. Terimakasih mas 😀

  2. Klo yang ini untuk blog wordpress self-hosted, lalu bagi yang pake wordpress.com seperti saya gimana cara mem-backup arsip tulisan kita mas supaya bila sewaktu-waktu blog kita disuspend/hilang bisa merestore kembali tulisan-tulisan kita? Mohon penjelasan mas masih awam.
    Salam kenal dari Dompu-NTB

    • Kalau wordpress.com saya belum tahu cara backupnya, coba cari dibagian tools > export, mungkin tulisannya di export. Lalu nanti bisa di import kembali jika sewaktu waktu dibutuhkan

    • Backup semua file wwordpressnya, dan databasenya di hosting lama. Nanti di hosting yg baru tinggal upload file wordpressnya lalu import databasenya yang dari hosting lama, sesuaikan database username n passwordnya. Gitu aja

  3. Ini yang tak cari2 mas.. Sampe pusing gimana cara back up website, soalnya mau pindah hosting..tapi beda panel,, yg lama pake plesk terus ganti c panel. Jd pihak host ndak bisa bantu support. Makasih mas gegeriyadi 🙂

  4. mas lain kali buatkan artikel cara pindah dari shared hosting ke VPS ya mas…,, karena saat ini lebih menguntungkan menggunakan VPS dari pada shared hosting terimakasih

Leave a Comment