Sekilas Tentang Headless CMS

Last Updated on

Sekilas Tentang Headless CMS 1

Apa itu Headless CMS?

Seperti yang kita tahu CMS merupakan singkatan dari Sistem Manajemen Konten. Sedangkan Headless CMS adalah sistem untuk mengkontrol konten yang terpisah dari bagian tampilan atau front-end nya.

Kata “head” dari “headless CMS” merujuk kepada frontend atau bagian tampilan. Jadi, secara sederhana bisa dikatakan headless CMS merupakan CMS tanpa frontend.

Headless konten manajemen sistem terdiri dari API sebagai teknologi backend untuk menyimpan dan mengirimkan konten.

Teknologi headless ini memungkinkan para pengembang untuk menyediakan konten sebagai layanan, yang disebut juga CaaS, yang secara singkat bisa disimpulkan bahwa menyimpan dan mengirimkan konten ditangani oleh software yang terpisah.

Headless CMS dapat menangani hal-hal yang berkaitan dengan:

  • modelling dan pembuatan konten
  • mengatur repositori konten
  • meningkatkan alur kerja dan kolaborasi

Traditional CMS vs Decoupled CMS vs Headless CMS

Anda mungkin mengira bahwa headless CMS dan decoupled CMS nampak sekilas sama, tetapi mereka sebenarnya menggambarkan sistem yang berbeda.

Berikut penjelasan singkat dari ketiga jenis arsitektur CMS tersebut:

Tradisional CMS

Dalam tradisional CMS, backend dan frontend tak terpisahkan satu sama lain. Semua desain situs web dan aplikasi custom disimpan di backend sementara yang user lihat hanyalah frontend.

Banyak platform blog populer misalnya WordPress bisa disebut sebagai tradisional CMS.

Decoupled CMS

Bisa dikatakan Headless CMS merupakan bagian dari Decoupled CMS.

Dengan Decoupled CMS konten anda dikelola terpisah dan frontend menjadi satu bagian darinya, yang jika kamu mau bisa langsung memakai nya.

Perbedaannya dengan headless CMS, backend dan frontend tidak digabungkan satu sama lain melalui database. Persamaannya, sama-sama menggunakan API sebagai sumber kontennya.

Headless CMS

Perbedaan sebenarnya antara decoupled CMS dan headless CMS terletak pada frontend nya. Headless CMS tidak termasuk sistem frontend apapun. Konten dipublikasikan sebagai API yang selanjutnya akan diproses kepada perangkat apapun.

Manfaat utama mengunakan headless CMS adalah bahwa konten yang sama dapat dipublikasikan ke situs web, aplikasi atau apapun yang terhubung ke internet.

Dalam jangka panjang teknologi headless dapat diaplikasikan praktis untuk IoT dan juga kecerdasan buatan. Dalam jangka pendek, ini dapat membuat mengelola konten di berbagai format, pengirimannya akan jauh lebih mudah karena konten tidak terpaku pada struktur yang telah ditentukan.

Keuntungan Menggunakan Headless CMS

Seperti yang disebutkan diatas ada sejumlah manfaat menggunakan headless CMS dibanding tradisional CMS ataupun coupled CMS. Lima manfaat utama meliputi:

  • Fleksibilitas. Beberapa developer menganggap arsitektur tradisional CMS sangat membatasi. Menggunakan headless CMS memberi kebebasan untuk membangun kerangka frontend yang sesuai dengan setiap project nya. Karena headless CMS dilengkapi dengan API yang terdefinisi dengan baik, developer dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk berfokus pada pembuatan konten dari pada manajemen konten.
  • Kompatibilitas. Anda dapat menampilkan konten ke perangkat apapun sembari mengamati user experience dari suatu backend dengan mudah.
  • Kemanan yang ekstra. Karena platform penerbitan konten tidak dapat diakses dari basis data CMS, dengan ini menggunakan headless CMS menurunkan resiko dari serangan DDoS.
  • Skalabilitas. Dengan adanya backend dan frontend yang terpisah ini artinya tidak akan terjadi downtime yang diperlukan ketika maintenance, jadi anda dapat mengupgrade dan mengcustom website anda tanpa khawatir akan performanya.

5 Contoh Headless CMS

  1. Directus
  2. Cockpit CMS
  3. Contentful
  4. ButterCMS
  5. Kentico

Headless WordPress

Jika anda termasuk yang cinta terhadap WordPress, ada cara membuatnya sebagai seperti headless CMS, yaitu dengan memanfaatkan REST API yang WordPress miliki lalu membuat frontend nya dengan menggunakan react atau vuejs.

Referensi:
Headless CMS vs Decoupled CMS: The Ultimate Guide
Why “Headless CMS” Is Becoming So Popular?
What Is a Headless CMS and Should You Be Using One?

Leave a Comment